Skip to content

Indonesian Wikipedia · id.wikipedia.org

Listyo Sigit Prabowo

jenderal kepolisian Indonesia

Listyo Sigit Prabowo (lahir 5 Mei 1969) adalah seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sejak tanggal 27 Januari 2021 hingga 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Idham Azis. Ia adalah Kapolri beragama Kristen Protestan kedua dalam sejarah setelah Widodo Budidarmo (1974–1978), dan Kapolri termuda kedua dalam sejarah saat dilantik (51 tahun, 267 hari), hanya kalah dari Tito Karnavian, yang berusia 51 tahun, 261 hari saat dilantik pada 2016. Sigit juga merupakan Alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta (1988).

Listyo Sigit Prabowo
Image credits and license
Tanggal lahir
5 Mei 1969
Kewarganegaraan
Indonesia
Pekerjaan
pejabat polisi

Article attention

Pageviews

38,656

Rank 2 on id.wikipedia.org

Most-read ranking for Nov 3, 2026 (UTC)

Pageviews count page loads, not unique readers.

Recorded daily pageviews

Oct 30, 2026–Nov 3, 2026 (UTC)

Oct 30, 2026: 455Oct 30Oct 31, 2026: 481Oct 31Nov 1, 2026: 463Nov 1Nov 2, 2026: 599Nov 2Nov 3, 2026: 38,656Nov 3

Only days reported in Wikipedia’s most-read list are available. Gaps mean missing data, not zero views.

Daily pageview data
Oct 30, 2026–Nov 3, 2026 (UTC)
Date (UTC)Pageviews
455
481
463
599
38,656

Kehidupan awal dan pendidikan

Listyo lahir di Laha, pada tanggal 5 Mei 1969. Ia merupakan anak dari pasangan Sutrisno dan Hendrina Hitijahubessy. Ayahnya adalah seorang pensiunan TNI-AU dengan pangkat terakhir mayor.

Pendidikan Umum

Listyo Sigit Prabowo menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) di SMA Negeri 8 Yogyakarta pada tahun 1988. Setelah itu, ia meraih gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia pada tahun 2005.

Pendidikan Kepolisian

Listyo adalah lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) atau sekarang Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991. Pendidikan kepolisian yang pernah ditempuhnya antara lain adalah PTIK (1998), SESPIM (2006), dan LEMHANNAS (2017).

Karier

Listyo pernah beberapa kali menduduki jabatan di daerah Jawa Tengah. Tercatat, Listyo pernah menjadi Kapolres Pati. Setelah itu, ia menduduki posisi Wakapolrestabes Semarang, dan pernah menjadi Kapolresta Solo. Pada tahun 2012, Listyo dipindahtugaskan ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Sejak bulan Mei 2013, dirinya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

Listyo tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, dan pada 27 Januari 2021, ia dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Kapolri.

Kasus-kasus besar yang pernah dibongkar sebagai Kabareskrim Polri adalah penangkapan buron penyiram air keras pada Novel Baswedan, Maria Lumowa, dan Djoko Tjandra. Akan tetapi, terdapat beberapa kejanggalan dalam kasus Novel Baswedan dan Djoko Tjandra ketika sejumlah Perwira aktif Polri ikut menjadi tersangka dalam aksi kriminal tersebut.

Dalam kasus suap surat jalan Djoko Tjandra, nama Listyo Sigit disebut oleh Irjen Napoleon Bonaparte saat sidang, serta menyeret Brigjen Prasetijo Utomo, yang juga lulusan Akpol 1991, sebagai tersangka.

Bareskrim Polri yang mengambil alih kasus dari Polda Metro Jaya untuk penetapan tersangka Habib Rizieq, terkait kerumunan di masa pandemi yang dikawal aparat dan tidak mengizinkan hasil tes usap diungkap ke publik atas dasar privasi, juga menjadi sorotan luas diakibatkan tragedi terbunuhnya enam anggota FPI di tengah-tengah proses pemeriksaan Polda terhadap saksi kasus kerumunan.

Kasus besar yang sedang ditangani selama menjabat sebagai Kapolri adalah kasus pembunuhan brigadir Yosua, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan dan jaringan narkoba yang melibatkan Inspektur Jenderal.

Kontroversi

Suap surat jalan Djoko Tjandra

Dalam kasus suap surat jalan Djoko Tjandra, nama Listyo Sigit disebut oleh Irjen Napoleon Bonaparte saat sidang, serta menyeret Brigjen Prasetijo Utomo, yang juga lulusan Akpol 1991, sebagai tersangka.

Dugaan penyadapan ilegal

Pada 3 November 2026, Listyo Sigit Prabowo ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menjabat saat ini. Saat ini Listyo sudah ditahan di rutan Bareskrim Mabes Polri.

Listyo Sigit Prabowo (kanan) saat menjabat sebagai ajudan Joko Widodo. Di samping kiri Joko Widodo juga terlihat Komandan Paspampres Mayjen TNI Andika Perkasa yang kemudian menjabat sebagai Panglima TNI.
Listyo Sigit Prabowo (kanan) saat menjabat sebagai ajudan Joko Widodo. Di samping kiri Joko Widodo juga terlihat Komandan Paspampres Mayjen TNI Andika Perkasa yang kemudian menjabat sebagai Panglima TNI.Image credits and license

About this article

Wikipedia contributors and revision history

Text from Wikipedia, available under CC BY-SA 4.0Reformatted for reading; links, references and some sections may be omitted.

SocialTrends

SocialTrends is an independent project and is not affiliated with the platforms shown. All trademarks belong to their respective owners.

Get the apps

  • Android· Coming soon
  • iOS· Coming soon
  • TV· Coming soon

© 2026 SocialTrends · admin@socialtrends.app